Tujuan:
Memastikan komunikasi yang efektif antara berbagai tingkatan manajemen mutu untuk menjaga kualitas pembelajaran di seluruh cabang.
Memastikan komunikasi yang efektif antara berbagai tingkatan manajemen mutu untuk menjaga kualitas pembelajaran di seluruh cabang.
Tim Mutu Pusat:
Terdiri dari:
Manager Mutu
Kepala Pengelola Tingkat SD-SMP
Kepala Pengelola Tingkat SMA
Tanggung Jawab:
Menetapkan standar mutu akademik dan operasional.
Mengembangkan kebijakan pendidikan dan instrumen evaluasi.
Menganalisis data dari seluruh cabang dan menentukan strategi perbaikan.
Berkoordinasi dengan Tim Mutu Regional untuk implementasi kebijakan.
Tim Mutu Regional:
Terdiri dari:
Manager Mutu Regional
Kepala Layanan dan Akademik Regional
Tanggung Jawab:
Mengawasi implementasi standar mutu di setiap cabang dalam wilayahnya.
Menganalisis laporan dari Tim Mutu Cabang dan memberikan rekomendasi ke Tim Pusat.
Menjadi penghubung antara cabang dengan Tim Mutu Pusat untuk eskalasi isu penting.
Tim Mutu Cabang:
Terdiri dari:
Kepala Cabang
Staf Akademik
Bimbingan Konseling (BK)
Guru
Tanggung Jawab:
Mengimplementasikan standar mutu yang telah ditetapkan.
Memastikan proses belajar-mengajar berjalan sesuai kebijakan.
Mengidentifikasi kendala akademik di cabang dan melaporkan ke Tim Regional.
Memberikan laporan akademik dan kepuasan siswa secara berkala.
Pengumpulan Data:
Tim Mutu Cabang mengumpulkan data akademik, kepuasan siswa, dan retensi.
Laporan ke Regional:
Kepala Cabang melaporkan hasil pemantauan ke Tim Mutu Regional.
Evaluasi Regional:
Manager Mutu Regional melakukan analisis awal dan menentukan apakah perlu eskalasi ke Tim Pusat.
Keputusan Pusat:
Jika ada permasalahan besar, Tim Mutu Pusat akan mengadakan rapat koordinasi dan memberikan kebijakan perbaikan.
Implementasi Perbaikan:
Tim Mutu Regional menginstruksikan cabang untuk menyesuaikan kebijakan baru.
Monitoring Berkelanjutan:
Setiap cabang melakukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas perbaikan.